Kehidupan Kedua Aluminium: Dari Kaleng Minuman hingga Komponen Pesawat Terbang


Waktu rilis:

Nov 20,2025

Kaleng aluminium yang dengan santai Anda buang ke tempat sampah daur ulang itu bisa menemukan kehidupan berikutnya dalam badan pesawat terbang, komponen otomotif, atau struktur bangunan. Hal ini mencerminkan sifat luar biasa aluminium yang dapat didaur ulang tanpa batas.

     Aluminium adalah logam putih keperakan, ringan, dengan kilau yang khas. Dengan kerapatan hanya 2,70 g/cm³, titik lebur 660°C, dan titik didih 2327°C, aluminium menempati urutan ketiga unsur terbanyak di kerak Bumi—merupakan unsur logam paling melimpah. Meskipun bijih aluminium tidak langka dibandingkan logam seperti tembaga, tantangan utama terletak pada proses peleburan yang sangat intensif energi. 

Sejalan dengan dorongan Tiongkok untuk mengembangkan sistem daur ulang sumber daya yang komprehensif, "Kondisi Standar untuk Industri Logam Non-besi Daur Ulang" menargetkan tingkat nasional output melebihi 20 juta ton logam non-besi yang didaur ulang pada tahun 2025, dengan aluminium daur ulang menyumbang sekitar separuhnya.

Aluminium dapat didaur ulang hampir tanpa batas waktu tanpa kehilangan sifat-sifat pentingnya. Perhatikan data-data menarik berikut:
⚡ Memproduksi satu ton aluminium primer melalui elektrolisis—metode yang saat ini paling umum— mengonsumsi sekitar 14.000 kWh listrik.
♻️ Daur ulang satu ton limbah aluminium hanya menggunakan 5% energi yang diperlukan untuk produksi primer, sekaligus menghemat sekitar 4 ton bauksit dan mengurangi emisi karbon sebanyak 15 ton.

Hal ini menjadikan daur ulang aluminium sebagai salah satu proses yang paling efektif dan layak secara ekonomi untuk penghematan energi dan pengurangan emisi di antara bahan-bahan curah—sebuah komponen yang tak tergantikan dalam upaya netralitas karbon global.

 Selain itu, kekuatan aluminium dapat ditingkatkan secara signifikan melalui paduan. Sebagai contoh, paduan seri 7000—yang ditambahkan seng dan magnesium lalu menjalani perlakuan panas—mencapai kekuatan yang luar biasa, meskipun hal ini menimbulkan tantangan tertentu saat daur ulang. 

Daur Ulang Limbah Aluminium

Penggiling palu konvensional sering kali terbukti tidak memadai untuk mengolah paduan aluminium yang keras, biasanya mengalami konsumsi energi tinggi, pembentukan debu berlebihan, aus cepat, dan macet secara berkala—terutama dengan bahan yang terkontaminasi oleh plastik atau karet.

Mesin penghancur XLS 4500 dari SID mengatasi tantangan-tantangan ini dengan solusi yang dirancang khusus untuk pra-pengolahan limbah aluminium:

⚙️ Pencacahan Presisi

Operasinya yang berkecepatan rendah dan torsi tinggi menghasilkan pemrosesan berkapasitas tinggi, mengubah berbagai bentuk aluminium menjadi fragmen seragam dengan ukuran ideal untuk tahap pemisahan selanjutnya—meningkatkan baik tingkat pemulihan logam maupun kemurniannya.

⚙️ Dirancang untuk Ketahanan

Komponen-komponen kritis termasuk poros utama dibuat dari baja paduan tahan aus. Bagian-bagian yang rentan aus dilengkapi dengan desain yang diperkuat dan dapat dilas kembali, memastikan masa pakai yang lebih panjang dengan kebutuhan perawatan minimal.

⚙️ Operasi Cerdas

Sistem perlindungan otomatis memungkinkan pembalikan poros pemotong secara langsung dan memberi peringatan kepada operator saat mendeteksi bahan yang tidak dapat dipotong, sehingga mencegah kerusakan dan menjaga kelangsungan operasional.

Penghancur menghasilkan output berukuran di bawah 400 mm dan menggabungkan sistem hidrolik dan kontrol canggih untuk operasi otomatis, pengurangan intervensi manual, dan peningkatan keselamatan.

Dari kaleng minuman sederhana hingga komponen pesawat terbang yang kompleks, transformasi limbah aluminium dimulai dengan teknologi SID. Seiring kami terus memajukan perlindungan lingkungan, kami mengundang lebih banyak mitra untuk bergabung dalam misi penting ini demi masa depan berkelanjutan planet kita.

Ada apa lagi yang mungkin Anda pelajari?

Shate berfokus pada penelitian dan inovasi teknologi di bidang prapendali limbah

Feb 04,2026

SIDSA Bersinar di CemFuels Asia | Mengatasi Tantangan Bahan Bakar Alternatif dengan Solusi Matang yang Disesuaikan

CemFuels Asia perdana diluncurkan secara megah di Bangkok, Thailand, menarik lebih dari 200 pakar industri dari 25 negara di seluruh dunia. Sebagai tonggak penting dalam perjalanan industri semen Asia menuju "netralitas karbon", kami diundang untuk berpartisipasi dan terlibat dengan rekan-rekan industri guna membahas bagaimana teknologi pra-pengolahan canggih dapat mengatasi hambatan rantai pasokan bahan bakar alternatif serta memanfaatkan potensi energi dari limbah.

Jan 27,2026

SIDSA Berpartisipasi dalam Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos

Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos dianggap sebagai salah satu konferensi global paling berpengaruh. Setiap tahun, pertemuan ini menyatukan pemerintah, organisasi internasional, dan para pemimpin industri utama untuk membahas isu-isu kritis seperti energi, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Pertemuan tahun ini diselenggarakan di Davos, Swiss.

Produk

Shate berfokus pada penelitian dan inovasi teknologi di bidang prapendali limbah